Cara Benguk untuk Dikonsumsi dan Kesehatan
Benguk atau koro benguk adalah salah satu jenis kacang-kacangan lokal yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini sudah lama digunakan sebagai bahan pangan alternatif, terutama di daerah pedesaan. Meski sering dianggap sebagai bahan sederhana, koro benguk sebenarnya memiliki nilai gizi yang cukup baik serta manfaat kesehatan yang menarik.
Asal Usul Benguk
Benguk berasal dari wilayah tropis Asia dan Afrika, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu habitat utamanya. Tanaman ini tumbuh merambat dan memiliki biji berukuran cukup besar dengan warna kecokelatan. Sejak dulu, masyarakat Jawa memanfaatkannya sebagai sumber pangan, misalnya dalam olahan tempe benguk khas Gunungkidul atau sebagai bahan rebusan.
Kandungan Nutrisi dan Kalori
Koro benguk mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Dalam 100 gram biji benguk matang, umumnya mengandung:
-
Protein: membantu membangun jaringan tubuh dan menjaga kesehatan otot
-
Karbohidrat kompleks: sebagai sumber energi yang lebih stabil
-
Serat: mendukung sistem pencernaan
-
Mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi
-
Vitamin B kompleks yang berperan dalam metabolisme tubuh
Kalorinya cukup moderat, yaitu sekitar 110–130 kkal per 100 gram dalam bentuk matang. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk menu harian karena mengenyangkan namun tetap sehat.
Baca Juga Berita terkini dan Download
Cara Mengolah Benguk agar Aman Dikonsumsi
Benguk tidak boleh dikonsumsi mentah karena mengandung senyawa alami yang bisa menyebabkan pusing atau mual. Namun, cara pengolahan tradisional sudah terbukti efektif menghilangkan zat tersebut.
Berikut beberapa cara olahan yang umum dan aman:
1. Perendaman Panjang
Biji benguk direndam selama 24–48 jam, air diganti beberapa kali. Cara ini membantu meluruhkan senyawa yang tidak diinginkan.
2. Perebusan
Setelah direndam, benguk direbus 1–2 jam hingga empuk. Proses ini memecah racun alami sehingga aman dimakan.
3. Pembuatan Tempe Benguk
Benguk direbus, dikupas, kemudian difermentasi menggunakan ragi tempe seperti kedelai. Tempe benguk memiliki rasa gurih dan tekstur unik, serta nilai gizi yang meningkat setelah fermentasi.
4. Diolah sebagai sayur atau lauk
Benguk matang dapat dimasak menjadi sambal goreng, tumis, atau dicampur dalam gudeg. Banyak daerah yang menjadikannya pengganti kacang tanah atau kedelai dalam masakan.
Manfaat Kesehatan Benguk
Berikut beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi benguk dengan cara yang benar:
1. Menjaga Energi Harian
Karbohidrat kompleks dan protein membuat benguk menjadi sumber energi yang tahan lama, cocok untuk aktivitas sehari-hari.
2. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Serat alami membantu melancarkan buang air besar, menjaga mikrobiota usus, dan mencegah sembelit.
3. Baik untuk Tulang dan Gigi
Kandungan kalsium dan fosfor mendukung kekuatan tulang serta mencegah pengeroposan pada usia lanjut.
4. Menunjang Pembentukan Sel Darah
Zat besi yang terdapat pada benguk berperan dalam pembentukan hemoglobin dan mencegah anemia ringan.
5. Mendukung Kesehatan Metabolisme
Vitamin B kompleks membantu tubuh mengolah makanan menjadi energi secara efisien.
Kesimpulan
Benguk adalah bahan pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk dikonsumsi sehari-hari. Dengan kandungan gizi seperti protein, serat, mineral, dan vitamin, benguk dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, mulai dari energi harian hingga mendukung kesehatan pencernaan dan tulang. Yang terpenting, benguk harus diolah dengan benar—direndam, direbus, atau difermentasi—agar aman dan nyaman dikonsumsi. Dengan variasi olahan seperti tempe benguk, masakan tradisional, hingga tumisan, bahan ini layak dijadikan alternatif makanan bergizi dalam keluarga.



